Meskipun gue punya lumayan banyak waktu untuk nonton TV, jujur gue semakin kesini semakin jarang untuk sekedar duduk depan TV untuk nonton acara yang gue tunggu-tunggu. Selain acara sepakbola atau acara olahraga lain, gue adalah orang yang nyaris gak pernah nonton acara TV Indonesia dengan menggunakan emosi. Emosi dalam hal ini berarti menonton dengan penuh perasaan dan bukan emosi dalam konteks marah-marah.
Gue pada dasarnya suka nonton Top Gear, atau film-film bioskop yang diputer di TV. Cuma, gue menonton itu semua hanya untuk sekedar bersantai. Gak ada emosi sama sekali dalam konteks yang bisa bikin gue merasa tersentuh. Excitement ada, tapi sebatas hal yang bersifat menghibur. Bukan yang serius. Tapi serius dalam konteks ini juga bukan serius kaya nonton berita, lebih ke arah tersentuh (ALAMAK) dari segi batin.
Ya, karena gua udah nulis di judul postingan kali ini, tentu aja kalian udah pada tau acara apa yang saat ini gue gandrungi: Undercover Boss & Secret Millionaire. Ini acara reality show yang dikemas sederhana kaya semi-dokumenter dengan backsound yang biasa-biasa aja. Di Indonesia, Undercover Boss & Secret Millionaire diputar di channel BBC Knowledge, atau dengan kata lain, nggak ada di channel lokal. Gak ada yang istimewa dari segi teknis pembuatan atau dari segi lain dalam perspektif sinematografi. Substansinya pun sederhana, meskipun sangat penuh makna. Undercover Boss & Secret Millionaire ini ceritanya kurang lebih sama: ada orang yang menyamar ke suatu tempat tertentu untuk melihat kehidupan nyata yang kurang lebih berada di bawah taraf kehidupan si penyamar, lalu pada akhirnya penyamar tersebut merasa tersentuh dan akhirnya ia melakukan hal-hal sebagai bentuk hadiah. Kadang berupa uang, kenaikan pangkat, barang-tertentu, hingga tiket berwisata. Bedanya adalah, kalo Undercover Boss itu penyamarnya adalah Bos-nya sendiri dan ia menyamar ke kantornya sendiri (kantor-kantor yang tidak mengenali muka si bos), sedangkan kalo Secret Millionaire lebih ke arah si penyamar hanya sekedar orang kaya yang sukses dan ia terjun merasakan kehidupan sosial tertentu yang berada di bawah taraf hidupnya. Kalo Secret Millionaire, hadiah berupa uang itu udah nyaris pasti.
Kalo kita liat reality show Indonesia, pasti ada lagu-lagu yang sedihnya mentok macam Josh Groban, ada backsound-backsound aneh yang bertujuan menggugah emosi, dan ada teknis-teknis yang bertujuan mendramatisir adegan-adegan tertentu. Akhirnya kesan yang ditangkep malah reality show Indonesia itu dibuat-buat, berlebihan, dan kadang ketara kalo itu kaya sekedar rekayasa.
Lalu gimana dengan Undercover Boss & Secret Millionaire? Apakah mereka itu beneran realitas atau rekayasa? gue sih gak tau pasti ya. Tapi poin yang bikin gue emosional bukan itu. Lebih ke pesan moral yang digambarkan. Keduanya punya konsep yang setipe: penyamaran, merasakan, lalu berbagi. Fase merasakan bagaimana sulitnya hidup yang dirasakan oleh penyamar baik ketika beraktifitas di dalam maupun diluar tempat kerja inilah yang sangat menggugah perasaan sehingga gue sering agak sedih melihat betapa kerasnya hidup di dunia saat ini. Sedangkan fase berbagi, dimana si penyamar memberikan hadiah uang, barang tertentu, kenaikan pangkat dan sebagainya, adalah fase yang sangat mengharukan. Namun tidak, disini tidak ada dramatisir berlebih seperti reality show Indonesia. Backsound score-nya pun cenderung menyentuh dan menyemangati tapi tetap, tidak ada unsur dramatisir apalagi diputar lagu sedih.
Gue bukan orang yang selalu nonton Undercover Boss & Secret Millionaire di tiap serinya, tapi sekalinya gua ada waktu buat nonton Undercover Boss & Secret Millionaire, meskipun gue juga gak terlalu lagi niat untuk nonton film, fase-fase yang udah gue jelaskan di paragraf atas selalu bisa bikin gue, well, agak gimana gitu sih, menangis. Literally.
Terlepas dari apakah ini kisah nyata atau rekayasa, gue tetap sangat terinspirasi sama film ini. Gue juga berharap, para bos dan orang kaya di seluruh dunia juga pada nonton film ini dan menarik pesanny. Gak harus main di filmnya, tapi coba praktekan ke dunia nyata. Dan terlepas dari itu semua, harapan gue terbesar cuma 1: semoga ketika suatu hari udah sukses secara karir maupun finansial, gue berharap gue akan terus bisa mengingat nilai-nilai yang ada di Undercover Boss & Secret Millionaire. Amiin...



